Ketua MDMC PP Ikut Evakuasi Korban Banjir Di labuhan Pandeglang


relawan mdmc banjir

Suryagemilangnews.com, Pandeglang –  Ketua MDMC PP Muhammadiyah Budi Setiawan terjun langsung  dengan tim relawan MDMC membantu evakuasi warga yang terdampak banjir. Sebanyak 30 personil diterjunkan untuk menyisir kawasan terdampak banjir yang tidak jauh dari Poskor MDMC di Komplek Muhammadiyah Labuhan.

Untuk memastikan kondisi banjir, pagi tadi Ketua MDMC PP Muhammadiyah Budi Setiawan bersama beberapa orang relawan melihat langsung kondisi kawasan yang masih tergenang banjir sampai siang ini.

“Meskipun kita disini dalam rangka respon Tsunami Selat Sunda, namun sebagai relawan harus siap membantu sesama saat dibutuhkan kapanpun dan dimanapun,” ungkapnya.

Hujan deras disertai angin kencang landa Kecamatan Labuhan, Kabupaten Pandeglang sejak Senin pagi, 31 Desember 2018 hingga Selasa pagi, 1 Januari 2019 menyebabkan banjir di kawasan kota Labuhan sampai pinggir pantai.

Hujan deras dari pagi hingga malam yang melanda Labuhan mengakibatkan banjir

Banjir terlihat mulai dari pasar Labuhan ke arah pantai dengan ketinggian bervariasi dan menyebabkan Jalan Raya Jendral Sudirman ditutup. Air mulai naik ke permukiman warga sejak Senin malam pukul 20.00 dan mencapai puncaknya pukul 22.00.

Setelah menyisir selama kurang lebih dua jam, tim berhasil mengevakuasi warga yang bertahan di rumahnya dan dibawa ke Poskor MDMC di kompleks Muhammadiyah Labuhan.

Ada 23 orang yang berhasil dievakuasi berasal dari Kampung Teluk dan Kampung Sawah, terdiri dari 15 orang dewasa, 8 anak-anak. Saat ini mereka ditampung di Masjid Mujahidin di dalam kompleks Muhammadiyah Labuhan.

Endin (55 tahun) warga Kampung Sawah mengungsi bersama istri, empat anak dan bapaknya yang sudah berusia 84 tahun. Endin mengatakan bahwa di kampungnya air datang pelan-pelan sehingga mereka bisa bersiap untuk mengungsi.

“Jam delapan malam air mulai naik ke kampung kami dan semua rumah di RT tempat kami tinggal tenggelam seukuran leher orang dewasa,” katanya.

Sementara Karin (32 tahun) warga Kampung Teluk Karin mengungsi bersama beberapa orang tetangganya mengatakan di kampungnya air datang cepat. “Kami waktu itu sedang di dalam rumah sedangkan listrik padam sehingga kami tidak tahu air datang tiba-tiba. Beberapa saat kemudian datang relawan yang meminta kami untuk segera pergi,” katanya. (Noer)

Sumber : Sapari MDMC Jateng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *