Muntilan – Masa sekolah kerap menjadi masa paling indah dan tak terlupakan. Meski hanya tiga tahun bersama, banyak kenangan berkesan yang masih melekat dalam memori para alumni.
Setelah sekian lama berpisah, rasa rindu yang mendalam terhadap teman-teman semasa SMP mendorong para alumni SMP Muhammadiyah Kauman (Muhika) Muntilan untuk menggelar Reuni Ageng Lintas Angkatan. Kegiatan ini berlangsung meriah di Joglo Panglipuran, Borobudur, pada Ahad, 6 Juli 2025, dengan mengusung tema “Indahnya Kenangan dalam Bingkai Persahabatan.”
Ketua panitia, Umi Barokah, mengungkapkan bahwa reuni ini merupakan momentum penting untuk mempererat kembali silaturahmi yang telah lama terputus.
“Ini reuni ageng pertama yang kami gelar. Harapannya, semoga kebersamaan dapat terjalin kembali. Kita bangun silaturahmi untuk memajukan sekolah,” ujarnya.
Reuni ini dihadiri oleh sekitar 400 alumni dari berbagai angkatan, mulai tahun 1974 hingga 2010. Salah satu tokoh yang hadir adalah Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Muntilan, Miftahudin, yang juga merupakan alumni SMP Muhika.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari dakwah yang bisa memberi sumbangsih bagi kemajuan SMP Muhika ke depan. Banyaknya alumni menunjukkan bahwa sekolah ini telah berhasil menebar kader-kader persyarikatan. Reuni semacam ini perlu dilaksanakan secara rutin,” ungkap Miftahudin.
Acara berlangsung hangat dan penuh keceriaan. Selain ramah tamah, diadakan sesi diskusi dan talk show bersama kepala sekolah dan perwakilan alumni yang membahas perkembangan sekolah serta program strategis ke depan. Para alumni menunjukkan antusiasme tinggi, termasuk dalam memberikan dukungan melalui penggalangan dana untuk pembebasan lahan pengembangan sekolah.
Kepala SMP Muhika, Sigit Priyanto, menyampaikan apresiasi atas inisiatif para alumni.
“Terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Peran alumni sangat membantu dalam peningkatan kualitas dan kuantitas sekolah,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan program strategis sekolah ke depan.
Puncak acara diisi dengan sesi ice breaking dan nyanyi bersama yang dipandu oleh Mentari Outbound Indonesia. Setiap angkatan menyumbangkan lagu andalan mereka, diiringi dengan joget dan tawa kebersamaan. Puluhan doorprize menarik turut dibagikan kepada alumni yang beruntung.
Salah satu alumni tertua yang hadir, Siti Astifah (70), dari angkatan 1974, mengaku terharu bisa bertemu dengan para juniornya.
“Alhamdulillah, saya bangga dan bahagia bisa ikut reuni ini. Semoga sekolah makin maju dan dimudahkan dalam mendidik murid-muridnya,” ungkapnya penuh haru.
Kontributor: Nurul Abad
Editor: Novi Setiaji P