MAGELANG – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Tegalrejo, Kabupaten Magelang, menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Dusun Cecelan, Desa Soroyudan, Kecamatan Tegalrejo, Senin (2/11/2026).
Distribusi bantuan yang berlangsung sejak siang hingga malam hari tersebut melibatkan enam personel relawan Muhammadiyah dari unsur Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Magelang. Para relawan menggunakan satu unit mobil untuk mengangkut dan menyalurkan air bersih kepada warga yang membutuhkan.
Ketua PCA Tegalrejo, Robiul Fitri Masithoh, yang bertindak sebagai koordinator kegiatan, menjelaskan bahwa aksi kemanusiaan tersebut berawal dari permintaan bantuan warga Cecelan. Informasi mengenai kegiatan distribusi air bersih yang sebelumnya dibagikan melalui media sosial ternyata menjangkau masyarakat yang membutuhkan di wilayah tersebut.
“Relawan Muhammadiyah Kabupaten Magelang akhir-akhir ini memang melakukan distribusi air bersih di beberapa kecamatan yang membutuhkan. Kegiatan tersebut kami bagikan melalui media sosial, dan ternyata informasinya sampai kepada warga Cecelan,” ungkap Fitri.
Ia menambahkan, Dusun Cecelan menjadi salah satu wilayah di Kecamatan Tegalrejo yang membutuhkan tambahan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau.
“Setelah dihubungi oleh salah seorang warga Cecelan, kami kemudian menggerakkan relawan Muhammadiyah untuk membantu menyalurkan air bersih sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 6.000 liter air bersih didistribusikan ke dua titik lokasi, yakni rumah warga bernama Tri Wibowo (56) dan MI Yakti Soroyudan yang berada di Dusun Cecelan.
Sementara itu, Tri Wibowo menjelaskan bahwa selama ini masyarakat Cecelan sebenarnya memiliki beberapa sumber air bersih, di antaranya sumur dan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Namun, berkurangnya ketersediaan air selama musim kemarau membuat pasokan dari kedua sumber tersebut belum mampu mencukupi kebutuhan warga.
“Warga di sini selama ini mengandalkan sumur dan air Pamsimas. Namun, pada musim kemarau kali ini, ketersediaan air dari keduanya masih belum mencukupi,” jelasnya.
Kondisi tersebut mendorong warga untuk mencari bantuan tambahan pasokan air bersih guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Tri Wibowo pun menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada para relawan Muhammadiyah yang telah hadir memberikan bantuan.
“Kami berterima kasih kepada relawan Muhammadiyah yang sudah mendistribusikan air bersih di dusun kami. Bantuan ini sangat membantu masyarakat dalam menghadapi musim kemarau kali ini,” tuturnya.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Magelang, dampak kekurangan air bersih pada musim kemarau 2026 yang dipengaruhi fenomena El Niño tercatat melanda 80 dusun di 45 desa yang tersebar di 13 kecamatan.
Di tengah kondisi tersebut, aksi nyata yang dilakukan relawan Muhammadiyah menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus semangat gotong royong dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan. Melalui kegiatan kemanusiaan ini, Muhammadiyah berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban warga sekaligus memperkuat solidaritas antarwarga.
Editor: Novi Setiaji Panuntun
















