MAGELANG, Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali menunjukkan kontribusinya bagi masyarakat. Kali ini, kegiatan mengajar bertajuk “Pendampingan Proses Pembelajaran di MI Muhammadiyah Blondo” berhasil membawa dampak positif bagi perkembangan anak-anak di Dusun kenalan, Blondo, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang.
Kegiatan mengajar yang dilaksanakan sejak 21 November 2024 hingga 25 Juni 2025 ini berfokus pada penguatan literasi Al-Qur’an, pendidikan karakter, dan pembinaan akhlak bagi siswa-siswa MI Muhammadiyah Blondo. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Roif Mahfud Subekti dari Prodi Pendidikan Agama Islam berperan sebagai tenaga pendidik sekaligus pendamping siswa.
Program Tahfidz ini meliputi pembelajaran tahsin, tahfidz, taf’il Pendekatan yang digunakan adalah metode Talaqqi, metode tikrar, dan metode muraja’ah model pengajaran interaktif yang menekankan pada ketepatan bacaan, hafalan lebih kuat dan tidak mudah lupa, menjadikan program wajib agar siswa-siswa hafalan tetap terjaga, agar siswa lebih antusias dan tidak merasa terbebani.
Siswa-siswa perlu dibiasakan berinteraksi dengan Al-Qur’an secara menyenangkan agar tumbuh kecintaan mereka terhadap kitab suci,” ujar Roif Mahfud Subekti, pelaksana kegiatan, saat ditemui di lokasi.
Program Mengajar ini melibatkan sekitar 20 siswa MI Muhammadiyah Blondo yang terdiri dari siswa khusus kelas 6 SD, kegiatan ini juga melibatkan para mahasiswa dan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Magelang 2 orang, serta dukungan penuh dari kepala madrasah Budi Rahman, S.Pd.i,serta jajaran para guru-guru di sekolah.
Dalam keterangannya, Budi Rahman, S.Pd.i menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi mahasiswa.
“Kehadiran mahasiswa UNIMMA sangat membantu kami. Siswa menjadi lebih semangat belajar, menghafal dan metode yang diterapkan membawa suasana baru di MI Muhammadiyah Blondo,” ujarnya.
Seluruh kegiatan berlangsung di sekolah MI, Kenalan, Blondo, Mungkid, Magelang. Proses belajar menghafal tahfidz dilaksanakan setiap Senin hingga Kamis pagi hari, setelah dzikir pagi. Selama tujuh bulan pelaksanaan, siswa-siswi dibimbing intensif dalam membaca, menghafal, dan memahami makna ayat-ayat suci Al-Qur’an.
siswa untuk Tujuan utama kegiatan ini adalah Menanamkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an sejak dini, serta meningkatkan kemampuan hafalan dan bacaan Al-Qur’an .memberikan kesempatan bagi mahasiswa mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di kampus.
Selain sebagai wujud pengabdian, kegiatan ini juga menjadi ajang pengembangan diri mahasiswa dalam aspek sosial, pedagogis, dan kepemimpinan. Mahasiswa tidak hanya mengajar, tetapi juga belajar memahami kondisi sosial masyarakat serta tantangan Pendidikan.
Pelaksanaan program mengajar di MI Muhammadiyah Blondo dilaksanakan melalui beberapa tahap yang terencana dan sistematis agar tujuan kegiatan dapat tercapai secara optimal. Tahap pertama diawali dengan observasi dan identifikasi kebutuhan, di mana mahasiswa melakukan pengamatan langsung terhadap kemampuan santri dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an. Hasil dari proses observasi ini menjadi dasar dalam menyusun materi, metode, serta strategi pengajaran yang sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing siswa. Setelah itu, Pada tahap ini, pembelajaran diatur secara terjadwal dan mencakup kegiatan membaca Al-Qur’an, menghafal surat-surat pendek sebagai dasar. metode Talaqqi, metode tikrar, dan metode muraja’ah yang menekankan pada ketepatan bacaan, hafalan lebih kuat dan tidak mudah lupa, menjadikan program wajib agar siswa-siswa hafalan tetap terjaga, agar siswa lebih antusias dan tidak merasa terbebani.
Untuk menjaga semangat dan konsentrasi belajar para santri, kegiatan dikombinasikan dengan berbagai aktivitas interaktif dan kreatif, seperti kuis islami, permainan edukatif. Melalui kegiatan ini, siswa-siswi tidak hanya belajar tentang bacaan Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kejujuran, tolong-menolong, serta sopan santun dalam suasana yang menyenangkan. Selanjutnya, dilakukan evaluasi berkala dan bimbingan personal setiap minggu guna menilai kemajuan santri dalam hafalan maupun bacaan Al-Qur’an. Santri yang masih mengalami kesulitan mendapatkan pendampingan khusus, sementara komunikasi dengan orang tua juga terus dijaga agar proses pembelajaran di rumah dapat berkesinambungan.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilaksanakan kegiatan puncak dan dokumentasi yang menjadi momen refleksi atas seluruh proses pembelajaran. Dalam kegiatan tersebut, ditayangkan video dokumentasi yang menampilkan perjalanan belajar para siswa-siswa selama program berlangsung. Acara kemudian ditutup dengan foto bersama antara pengurus, santri, dan mahasiswa pendamping, serta penyerahan kenang- kenangan sebagai bentuk apresiasi dan simbol kebersamaan. Melalui tahapan yang terstruktur ini, program mengajar dan menghafal Al Qur’an di MI Muhammadiyah Blondo, berhasil menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus memperkuat nilai-nilai religius dan sosial di kalangan peserta didik.
Pelaksanaan program Tahfidz di MI Muhammadiyah Blondo membawa dampak yang nyata bagi masyarakat sekitar. Menurut hasil evaluasi, terjadi peningkatan signifikan pada kemampuan membaca Al-Qur’an dan menghafal. Hampir semua siswa- siswa telah mampu menerapkan tajwid dengan benar, sementara lainnya menunjukkan kemajuan bertahap.
Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa percaya diri dan tanggung jawab sosial pada siswa-siswa. Mereka menjadi lebih disiplin, sopan, dan peduli terhadap teman sebaya.
“Anak-anak sekarang lebih rajin datang ke MI Blondo dan lebih menghargai ustaz serta teman-temannya,” tutur Ustad Budi Rahman, sambil tersenyum bangga.
Dari sisi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat. Yusuf mengaku banyak belajar tentang kesabaran dan ketulusan dalam mengajar.
“Saya belajar bahwa mendidik bukan hanya soal ilmu, tapi juga keteladanan. siswa lebih banyak meniru apa yang kita lakukan dibandingkan apa yang kita katakan,” ungkapnya.
Selain dampak edukatif, kegiatan ini juga memperkuat hubungan sosial antara lembaga pendidikan dan masyarakat. Warga sekitar semakin antusias mendukung kegiatan keagamaan dan pendidikan siswa-siswa.
Melalui program ini, diharapkan Tahfidz MI Muhammadiyah Blondo semakin berkembang menjadi pusat pendidikan Islam yang adaptif dan menarik bagi generasi muda. Mahfud berharap kegiatan semacam ini terus dilanjutkan dan diperluas cakupannya.
“Harapan kami, program Tahfidz ke depan dapat menambah semangat dalam menghafal, muraja’ah agar hafalannya bisa sesuai target,agar kegiatan di MI semakin berkualitas,” ujarnya.
Kegiatan Tahfidz di MI Muhammadiyah Blondo menjadi bukti nyata bahwa pendidikan berbasis keagamaan masih memiliki tempat penting dalam membangun karakter bangsa. Dengan dukungan universitas, tenaga pendidik, dan masyarakat, tahfidz ini berhasil menumbuhkan semangat baru bagi anak- anak untuk mencintai Al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagaimana dikutip dari hadits Nabi Muhammad SAW, “Sebaik-baik manusia adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” Kegiatan ini bukan sekadar program akademik, melainkan juga wujud nyata pengabdian yang menghidupkan semangat itu di tengah masyarakat Magelang.
















