Ada kabar baik dari seorang sahabat yang membuat saya ikut bahagia.
Namanya Wildan Masykuri. Sebagian orang mengenalnya sebagai Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Magelang. Sebagian lain mengenalnya sebagai Kepala SDN Gunungpring 4 Kecamatan Muntilan. Bagi saya, ia seorang sahabat yang terus belajar sambil menjalani peran-perannya.
Di usia 35 tahun, Wildan menyelesaikan studi Magister Penelitian dan Evaluasi Pendidikan di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta pada 3 Oktober 2026. Ia lulus dengan IPK 3,88 dan predikat cum laude, dalam masa studi masa studi 2 tahun atau 4 semester dengan judul Tesis “Penerapan Dimensi Kreatif dalam Proses Pembelajaran pada Sekolah Dasar di Kecamatan Mertoyudan dengan Pendekatan Fenomenologi”
Namun cerita yang lebih menarik ada di balik angka itu, ia menyelesaikannya sambil mengelola sekolah dan memimpin organisasi.
Belajar di Tengah Dua Amanah Besar
Menjadi kepala sekolah bukan sekadar duduk di balik meja. Setiap pagi, ada guru yang perlu dikoordinasikan, ada peserta didik yang menunggu untuk diperhatikan, ada program yang harus berjalan, dan ada persoalan-persoalan kecil yang sering kali baru selesai ketika hari sudah sore. Di sekolah, seorang kepala sekolah adalah tempat banyak orang bertanya, berkeluh kesah, dan menggantungkan harapan.
Namun amanah Wildan tidak berhenti di gerbang sekolah.
Ia juga dipercaya memimpin Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Magelang, organisasi kepemudaan yang menghimpun kader-kader muda Muhammadiyah untuk berdakwah, berkhidmat, dan menggerakkan masyarakat. Menjadi ketua berarti menjaga arah gerak organisasi, merawat kebersamaan kader, menghadiri rapat dan kegiatan, serta hadir ketika umat dan masyarakat membutuhkan. Semua itu dijalani dengan keikhlasan, sering kali di luar jam kerja,
Pagi untuk sekolah. Sore dan malam untuk organisasi. Lalu, di sela-sela itu, ada buku, jurnal, dan tugas kuliah yang menunggu.
Di titik itu, menyerah sebenarnya bisa dimaklumi. Banyak orang akan berkata, “Nanti saja kuliahnya, tunggu situasi lebih longgar.”
Tetapi Wildan memilih jalan yang lebih sunyi dan lebih berat, ia melanjutkan pendidikan tanpa melepaskan satu pun tanggung jawabnya.
Saya tahu, di balik angka IPK 3,88 itu ada malam-malam yang mungkin terasa panjang, ada lelah yang tidak selalu terlihat, dan ada pilihan-pilihan sulit tentang waktu yang tidak banyak diketahui orang. Gelar cum laude hanya menampakkan hasil akhirnya. Yang tidak tampak adalah perjuangan untuk tetap bertahan.
Bagi saya, kisah ini mengajarkan satu hal sederhana: belajar tidak pernah menunggu waktu luang. Orang-orang yang memikul banyak amanah justru sering menjadi orang yang paling tahu cara menghargai waktu. Wildan tidak menunggu keadaan menjadi ringan. Ia menjalani semuanya sekaligus, dengan segala keterbatasan, hingga akhirnya sampai di hari wisuda dengan predikat cum laude.
Inspirasi bagi Kader
Capaian Wildan bukan hanya kabar baik pribadi. Ia juga menjadi cermin bagi kader Pemuda Muhammadiyah, khususnya di Kabupaten Magelang.
Gerakan ini tidak kekurangan orang yang bersemangat. Yang sering kurang adalah kader yang mau membaca, meneliti, dan terus menambah kapasitas. Padahal tantangan hari ini, mulai dari persoalan pendidikan, sosial, hingga dakwah di tengah perubahan zaman, tidak bisa dijawab dengan semangat saja. Semangat tanpa ilmu mudah berhenti pada slogan. Ilmu tanpa gerakan berhenti pada gelar. Organisasi ini membutuhkan keduanya berjalan bersama.
Wildan membuktikan bahwa “sibuk berorganisasi” bukan alasan untuk berhenti belajar. Dengan dua tanggung jawab di pundaknya, ia tetap menyelesaikan magister dengan hasil terbaik. Jika ia bisa, pertanyaannya bagi kita sederhana: alasan apa lagi yang masih kita pelihara?
Selamat kepada sahabat saya, Wildan Masykuri, S.Pd., M.Pd atas capaian magisternya dengan IPK 3,88 dan predikat cum laude. Semoga ilmunya tidak berhenti di belakang nama, tetapi mengalir menjadi manfaat bagi sekolah, peserta didik, Pemuda Muhammadiyah, dan masyarakat yang lebih luas.
Penulis : Dr. Fauzi Rochman, S.Pd.I., S.Psi., M.S.I. (Dosen Universitas Muhammadiyah Klaten)
