Muhammadiyah Muntilan Expo 2026: Dakwah Kreatif, Inklusif, dan Menyapa Generasi Muda

Semangat dakwah yang dinamis dan penuh kreativitas tampak kuat dalam pelaksanaan Muhammadiyah Muntilan Expo 2026 yang digelar oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Muntilan. Agenda ini resmi dibuka pada Kamis, 6 Februari 2026, bertempat di SMK Muhammadiyah 2 Muntilan, dan akan berlangsung selama tiga hari.

Expo ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang pameran semata, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi dakwah, kreativitas, dan kebersamaan antara warga persyarikatan dan masyarakat luas. Berbagai kegiatan telah disiapkan untuk memeriahkan acara, mulai dari seremoni pembukaan, penampilan bakat-bakat inspiratif, kegiatan jalan santai, hingga tabligh akbar yang menjadi penutup rangkaian kegiatan.

Ketua PCM Muntilan, Miftahudin, dalam sambutannya menegaskan bahwa Muhammadiyah selalu berupaya menghadirkan nilai-nilai yang selaras dengan perkembangan zaman. Ia menekankan bahwa dakwah harus mampu menyesuaikan diri dengan dinamika masyarakat, tanpa meninggalkan prinsip dasar persyarikatan.

“Muhammadiyah membawa nilai. Dakwah tidak hanya disampaikan lewat lisan, tetapi juga melalui beragam pendekatan,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen Muhammadiyah untuk terus mengembangkan pola dakwah yang kontekstual, inovatif, dan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk generasi muda.

Sementara itu, Bupati Magelang yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Slamet Achmad Husein, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas peran aktif Muhammadiyah, khususnya PCM Muntilan, dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, ia menilai Muhammadiyah tidak hanya berkiprah di bidang pendidikan dan keagamaan, tetapi juga konsisten berkontribusi dalam pembinaan karakter bangsa, penguatan nilai kebangsaan, serta menghadirkan kegiatan positif yang berdampak luas.

Melalui Muhammadiyah Muntilan Expo 2026, PCM Muntilan ingin menegaskan bahwa dakwah dapat dikemas secara kreatif, inklusif, dan dekat dengan kehidupan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi contoh dakwah kultural yang adaptif, relevan dengan perkembangan zaman, serta mampu menyapa generasi muda secara lebih bermakna.

Exit mobile version