Meneguhkan Islam Berkemajuan: Muhammadiyah sebagai Wajah Kosmopolitanisme di Era Society 5.0

Perkembangan zaman pada era Society 5.0 telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Teknologi digital saat ini digunakan hampir di seluruh bidang kehidupan, seperti pendidikan, ekonomi, kesehatan, komunikasi, dan sosial. Berbagai kegiatan dapat dilakukan dengan lebih cepat melalui bantuan internet dan teknologi modern. Informasi juga dapat diperoleh dengan mudah hanya melalui telepon genggam. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kehidupan manusia saat ini sangat dekat dengan perkembangan teknologi.

Di balik berbagai kemudahan tersebut, beberapa masalah juga mulai muncul dalam kehidupan masyarakat. Penggunaan media sosial yang berlebihan sering menyebabkan berkurangnya kepedulian sosial, munculnya sikap individualis, serta penyebaran berita palsu atau hoaks. Selain itu, perkembangan budaya luar yang masuk melalui internet juga dapat memengaruhi perilaku generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan peran organisasi Islam yang mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama. Dalam kondisi tersebut, Muhammadiyah dapat dipandang sebagai salah satu gerakan Islam yang mampu menghadapi perkembangan modern dengan tetap berpegang pada ajaran Islam.

Kosmopolitanisme Islam dapat dipahami sebagai sikap terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, dan kehidupan global dengan tetap berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah. Sikap terbuka tersebut telah ditunjukkan oleh Muhammadiyah sejak awal berdirinya. Kemajuan zaman tidak dianggap sebagai ancaman, tetapi dimanfaatkan sebagai sarana untuk membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik. Oleh sebab itu, Muhammadiyah terus mengembangkan berbagai bidang kehidupan, seperti pendidikan, kesehatan, dakwah, dan kegiatan sosial agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern.

Melalui konsep Islam Berkemajuan, Islam dipahami sebagai agama yang mendukung kemajuan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan peradaban manusia. Dalam konsep tersebut, perkembangan teknologi tidak dipisahkan dari nilai agama. Teknologi justru digunakan untuk membantu kegiatan dakwah, pendidikan, dan pelayanan sosial kepada masyarakat. Dengan demikian, keseimbangan antara perkembangan zaman dan nilai-nilai keislaman tetap dapat dijaga.

Dalam kehidupan modern saat ini, manusia dituntut untuk memiliki sikap mental yang aktif dan terbuka terhadap perubahan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti bio genetik, idio genetik, teo genetik, dan sosio genetik. Faktor bio genetik berkaitan dengan perkembangan manusia dari segi biologis. Faktor idio genetik berkaitan dengan kepribadian dan pengalaman individu. Faktor teo genetik berkaitan dengan nilai agama dan keyakinan yang dimiliki manusia. Sementara itu, faktor sosio genetik berkaitan dengan lingkungan sosial dan budaya tempat manusia hidup. Oleh karena itu, perkembangan manusia tidak hanya dipengaruhi oleh teknologi, tetapi juga oleh pendidikan, lingkungan, dan nilai agama yang dimiliki.

Pada era Society 5.0, hubungan antarnegara dan antarbudaya juga menjadi semakin dekat karena adanya perkembangan teknologi komunikasi. Berbagai informasi dari seluruh dunia dapat diterima dengan cepat melalui internet. Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat hidup dalam komunitas global atau global village. Dalam kehidupan global seperti itu, sikap terbuka terhadap ilmu pengetahuan dan kerja sama perlu dikembangkan. Namun, identitas dan nilai keislaman tetap harus dipertahankan agar masyarakat tidak kehilangan arah akibat pengaruh budaya luar.

Muhammadiyah telah menunjukkan sikap terbuka tersebut melalui berbagai kegiatan pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan. Dalam bidang pendidikan, sekolah dan perguruan tinggi Muhammadiyah terus dikembangkan agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Sistem pembelajaran digital, penggunaan media pembelajaran modern, dan pengembangan literasi teknologi telah diterapkan agar peserta didik mampu menghadapi tantangan era modern. Dengan demikian, dapat dibuktikan bahwa Islam mampu berjalan bersama dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Selain dalam bidang pendidikan, dakwah Muhammadiyah juga telah banyak dilakukan melalui media digital. Dakwah tidak hanya dilakukan secara langsung melalui pengajian atau ceramah di masjid, tetapi juga disampaikan melalui media sosial, video digital, podcast, dan berbagai platform internet lainnya. Cara tersebut dianggap lebih efektif karena pesan dakwah dapat diterima masyarakat luas tanpa terbatas tempat dan waktu. Melalui dakwah digital, nilai Islam yang damai, moderat, dan mudah dipahami dapat disampaikan kepada generasi muda.

Sikap moderat dan toleransi juga terus dikembangkan dalam kehidupan bermasyarakat. Perbedaan suku, budaya, bahasa, dan pendapat dipahami sebagai bagian dari kehidupan sosial yang harus dihargai. Oleh karena itu, sikap saling menghormati, dialog, dan kerja sama perlu dibiasakan agar kehidupan masyarakat tetap damai dan harmonis. Sikap tersebut menjadi salah satu bentuk kosmopolitanisme Islam yang diajarkan Muhammadiyah.

Muhammadiyah juga dikenal sebagai gerakan yang memperhatikan nilai kemanusiaan, kebangsaan, dan masa depan. Berbagai kegiatan sosial dilakukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan tanpa membedakan latar belakang suku maupun agama. Dalam bidang kebangsaan, Muhammadiyah juga terus berkontribusi dalam membangun pendidikan dan menjaga persatuan bangsa. Sementara itu, perhatian terhadap masa depan diwujudkan melalui pembinaan generasi muda agar memiliki ilmu pengetahuan, akhlak yang baik, dan kemampuan menghadapi perkembangan zaman.

Generasi muda memiliki peran yang sangat penting dalam menghadapi era Society 5.0. Teknologi yang berkembang dengan cepat harus digunakan secara bijak agar tidak memberikan dampak buruk. Oleh sebab itu, generasi muda perlu dibina agar mampu memanfaatkan teknologi untuk kegiatan yang bermanfaat. Melalui Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), pelajar dapat dibina agar memiliki karakter yang baik, kemampuan berpikir kreatif, dan kepedulian sosial. Teknologi tidak hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga dimanfaatkan untuk belajar, berdakwah, dan menyebarkan informasi positif kepada masyarakat.

Pada akhirnya, Muhammadiyah dapat dipahami sebagai wajah kosmopolitanisme Islam berkemajuan yang mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama. Kemajuan teknologi dan globalisasi tidak dijadikan ancaman, tetapi dimanfaatkan untuk pendidikan, dakwah, dan kegiatan sosial. Dengan sikap terbuka, moderat, dan tetap berlandaskan ajaran Islam, Muhammadiyah diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat serta mampu menjawab tantangan era Society 5.0.

Penulis: Nafisa Azza
Kader PD IPM Kab. Magelang

Exit mobile version