Aktivis Muhammadiyah Magelang Diserang OTK, Polisi Libatkan Resmob Usut Tuntas

MAGELANG — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kajoran mendesak pihak kepolisian bergerak cepat mengusut tuntas aksi penyerangan oleh orang tidak dikenal (OTK) terhadap salah satu kadernya, Enjang Gelis Dyah Azizah. Desakan tersebut disampaikan langsung pengurus organisasi saat beraudiensi dengan jajaran Polsek Kajoran pada Selasa (21/9/2026).
Enjang merupakan aktivis persyarikatan yang aktif mengajar dan memegang jabatan struktural di salah satu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Ketua PCM Kajoran, Daryoto, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh langkah penegakan hukum, namun meminta kepolisian menetapkan target penangkapan yang terukur demi memberikan keadilan bagi korban.
“Kami meminta agar pelaku dapat ditangkap dalam kurun waktu 2 x 24 jam dan dihukum seberat-beratnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Daryoto.
Sebagai penanganan pasca-kejadian, PCM Kajoran telah menyiapkan pendampingan komprehensif. Pihaknya menggandeng Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah eks-Karesidenan Kedu untuk pemulihan trauma psikologis korban. Dari sisi hukum, pendampingan diserahkan kepada LKBH Universitas Muhammadiyah Magelang serta Majelis Hukum dan HAM PDM Kabupaten Magelang.
Daryoto juga mengimbau masyarakat untuk menghentikan penyebaran foto-foto kondisi korban di media sosial.
“Kami meminta siapapun untuk menghapus dan tidak menyebarkan foto korban tanpa penyamaran (blur), guna menjaga kehormatan korban serta perasaan keluarganya,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Kajoran AKP Lilik Purwaka memastikan proses penyelidikan terus berjalan intensif. Penanganan perkara ini juga mendapat bantuan penuh dari Satreskrim Polresta Magelang.
“Kami terus berupaya agar kasus ini terungkap secepatnya dan pelaku tertangkap. Penyelidikan tak hanya dilakukan Polsek, tetapi juga dibantu tim Resmob Polresta Magelang,” jelas Lilik.
Proses penyerahan tuntutan resmi di Mapolsek Kajoran tersebut turut disaksikan oleh Kepala Desa dan Sekretaris Desa Sambak, tempat korban berdomisili.
Exit mobile version