IMM Magelang : Hukum Berat Pelaku Penembakan


ikatan mahasiswa muhammadiyah magelang

Kota Magelang, 1/10/2019. Seperti banyak diberitakan bahwa dua kader IMM Sulawesi Tenggara yaitu Muhammad Randi dan M. Yusuf Kardawi meninggal tertembak Kamis (26/09) dalam aksi unjuk rasa mahasiswa Kendari menyikapi beberapa RUU kontroversial. Randi meninggal terlebih dulu Kamis itu juga setelah dibawa ke UGD dr. Ismoyo Kendari, namun nyawanya tetap tak tertolong. Sementara Yusuf Kardawi meninggal sehari setelahnya.

Sebagai wujud keprihatinan atas kejadian tersebut, sekitar 200 kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) yang terdiri dari unsur Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Hizbul Wathan, Tapak Suci serta Nasyiatul Aisyiyah menggelar aksi solidaritas untuk kader IMM yang meninggal dunia tertembak di Kendari Sulawesi Tenggara.

Aksi solidaritas yang digelar di halaman Mapolresta Magelang Jalan Alun-Alun Selatan tersebut dilaksanakan Senin sore sampai malam (30/09) diisi dengan orasi, pembacaan puisi, tabur bunga dan penyalaan lilin keprihatinan oleh para peserta aksi.

Orasi yang disampaikan beberapa perwakilan kader IMM berisi ungkapan keprihatinan dan duka atas meninggalnya dua kader IMM tersebut serta kecaman terhadap aparat kepolisian yang telah melakukan tindakan represif terhadap aksi mahasiswa sehingga sampai menimbulkan korban jiwa.

Koordinator aksi yang juga ketua Pimpinan Cabang IMM Magelang, Atto’ Mevlana dalam kesempatan tersebut membacakan tuntutan peserta aksi yang ditujukan kepada kepolisian. Isi tuntutan yang dibacakannya adalah :

  1. Mendesak kepada Kepolisian untuk melakukan penyidikan dan melakukan investigasi terhadap peristiwa terbunuhnya Immawan Randy dan Immawan Yusuf Kardawi
  2. Menghukum seberat-beratnya pelaku yang telah menewaskan kader IMM
  3. Pihak keamanan harus mengedepankan cara-cara persuasif serta lebih manusiawi dalam upaya untuk menjaga kondusifitas selama berlangsungnya aksi.
  4. Mendesak kepada kepolisian untuk meminta maaf kepada keluarga korban, Muhammadiyah, dan kepada seluruh masyarakat Indonesia karena telah menyebabkan terbunuhnya Immawan Randy dan Immawan Yusuf Kardawi.

“Kami berharap tuntutan ini bisa diteruskan sampai pimpinan Polri, tidak hanya berhenti sampai disini,” katanya.

Sementara itu Kapolresta Magelang AKBP Idham Mahdi, S.IK. M.AP. yang menerima para peserta aksi menyampaikan permohonan maaf Polri atas meninggalnya dua kader IMM di Kendari.

Idham juga berjanji untuk meneruskan aspirasi peserta aksi ke pimpinan Polri. “Silakan nanti adik-adik bisa mengawal surat tuntutan ini, apakah kami teruskan atau hanya sampai di meja saya,” katanya.

Setelah mendengarkan pidato Kapolresta, para peserta menutup aksi solidaritas tersebut dengan melaksanakan sholat ghoib di mushola Polresta Magelang yang juga diikuti oleh personil kepolisian yang hadir. (Sapari)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *